BKO PKS Kab. Semarang, Gelar TFT Senam



Tuntang,
Bidang Kepanduan dan Olahraga (BKO) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Semarang menggelar Training For Trainer (TFT) Senam PKS Nusantara. Kegiatan ini berlangsung di kantor PKS, Dusun Gading Desa Tuntang Kabupaten Semarang. TFT dihadiri oleh perwakilan PKS tiap Kecamatan se-Kabupaten Semarang.

Hasil dari TFT ini diharapkan ke-depan, masing-masing kepengurusan PKS di tingkat Kecamatan mampu menyelenggarakan Senam PKS Nusantara secara rutin dan mandiri. “Tiap kecamatan kita ambil perwakilan 3 orang untuk mengikuti TFT Senam PKS Nusantara. Tiga orang itu nanti harapannya bisa memfollow up-i agar di kecamatannya masing-masing mengadakan senam secara rutin”, ungkap Joni Marjono, Departemen Olahraga BKO PKS Kab. Semarang.

Senam PKS Nusantara adalah karya Divisi Olahraga BKO DPP PKS. Senam PKS Nusantara sudah dilaunching dan dipopulerkan mulai tahun 2012. Saat ini file senam dengan durasi 39 menit ini sudah tersebar di kanal youtube dan media sosial lainnya. Karakteristik senam ini adalah senam aerobik yang berisi lagu-lagu daerah dalam iringan musiknya. Sebagaimana umumnya gerakan senam, Senam PKS Nusantaran berisi pemanasan, gerakan inti dan pendinginan.

Adapun BKO, adalah salah satu bidang di PKS yang membawahi Sub Bidang Kepanduan, untuk kegiatan perkemahan serta tanggap darurat, dan Sub Bidang Olahraga untuk kegiatan keolahragaan, termasuk Senam PKS Nusantara ini.

Humas

Merajut Asa di Usia Senja



Tawangmangu,
Saat tim humas kopdar se-Jateng di Tawangmangu pekan lalu, kami ditugasi untuk melakjkan liputan.

Bersembilan, tim humas dari PKS Kabupaten Semarang, memilih obyek wisata Grojogan Sewu.

Ada hal menarik yang kami temukan, inspirasi dari semangat kerja bapak Timin, seorang cacat yang menjajakan minuman di obyek wisata tersebut.

Bagaimana kisahnya? Berikut liputanny: Kisah Pak Timin yang Menginspirasi

Pesan dan Harapan Aleg PKS dalam Hari Jadi Kab. Semarang ke-495

Ungaran,
Hari jadi Kabupaten Semarang ke-495 , dirayakam dengan kirab budaya yang bertempat di alun-alun Bung Karno, Selasa (15/3). Pagi sebelum kirab, bupati bersama aleg DPRD Kabupaten Semarang menggelar Rapat Istimewa dalam Rangka Hari Jadi Kabupaten Semarang ke-495.

Dalam kesempatan itu, aleg PKS menyampaikan pesan dan harapan untuk penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Semarang.

Bagaimana pesan dan harapan mereka? Berikut liputannya : Pesan dan harapan aleg PKS dalam HUT Kab. Semarang ke-495

Liputan PKSTV: Paripurna Spesial di Hari Jadi Kabupaten Semarang


Ungaran, 

Hari jadi Kabupaten Semarang ke-495, rutin diperingati pemda Kabupaten Semarang. Termasuk DPRD Kabupaten Semarang dalam menggelar Rapat Istimewa dalam Rangka Hari Jadi Kabupaten Semarang ke-495.

Bupati dan wakil bupati semarang beserta seluruh anggota DPRD yang mengikuti rapat, semua mengenakan pakaian adat Jawa. Untuk putri memakai kebaya, sedangkan putra memakai beskap. 

Selain memaparkan perkembangan pembangunan di Kabupaten Semarang, dikumandangkan pula Mars Kabupaten Semarang, SERASI.

Liputan PKSTV: Kirab Budaya HUT Kabupaten Semarang ke-495



Ungaran, 
Tanggal 15 maret merupakan hari jadi Kabupaten Semarang yang diperingati setiap tahunnya. Di tahun 2016 ini, pemda Kabupaten Semarang menggelar Kirab Budaya. Kirab Budaya diikuti perwakilan kecamatan se-Kabupaten Semarang. Dalam mengabadikan moment tersebut, kru PKSTV Kab. Semarang mengadakan liputan.

Sedikit kita cuplikkan dari situs www.wikipedia.org tentang Sejarah Kabupaten Semarang.

Kabupaten Semarang pertama kali didirikan oleh Raden Kaji Kasepuhan (dikenal sebagai Ki Pandan Arang II) pada tanggal 2 Mei 1547 dan disahkan oleh Sultan Hadiwijaya. Kata "Semarang" konon merupakan pemberian dari Ki Pandan Arang II, ketika dalam perjalanan ia menjumpai deretan pohon asam (Bahasa Jawa: asem) yang berjajar secara jarang (Bahasa Jawa: arang-arang), sehingga tercipta nama Semarang.

Ketika masa pemerintahan Bupati Raden Mas Soeboyono, pada tahun 1906 Pemerintah Hindia Belanda membentuk Kotapraja (gemente) Semarang, sehingga terdapat dua sistem pemerintahan, yaitu kotapraja yang dipimpin oleh burgenmester, dan kabupaten yang dipimpin oleh bupati.

Kabupaten Semarang secara definitif ditetapkan berdasarkan UU Nomor 13 tahun 1950 tentang pembentukan kabupaten-kabupaten dalam lingkungan provinsi Jawa Tengah. Pada masa pemerintahan Bupati Iswarto (1969-1979), ibukota Kabupaten Semarang secara de facto dipindahkan ke-Ungaran. Sebelumnya pusat pemerintahan berada di daerah Kanjengan (Kota Semarang).

Pada tahun 1983, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1983 tentang Pemindahan Ibukota Kabupaten Semarang ke Kota Ungaran di Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Semarang, Kota Ungaran yang sebelumnya berstatus sebagai kota kawedanan ditetapkan sebagai ibukota Kabupaten Semarang, yang sebelumnya berada di wilayah Kotamadya Semarang. Sejak itulah setiap tanggal 20 Desember 1983 ditetapkan sebagai hari jadi Kota Ungaran sebagai ibukota Kabupaten Semarang. Pada tahun 2005, kecamatan Ungaran dimekarkan menjadi dua, yakni Ungaran Barat dan Ungaran Timur.

Pesan Jauhari Saat Hari Jadi Kabupaten Semarang ke-495

Ungaran, 15 Maret 2016
Tepat 495 tahun umur Kabupaten Semarang terbentuk. Umur selalu bertambah, dan diharapkan pembangunan serta kesejahteraan di Kabupaten Semarang juga meningkat. Tiap tahunnya, DPRD Kabupaten Semarang menggelar Rapat Paripurna Istimewa, tepatnya tanggal 15 Maret. 

Lima aleg Fraksi PKS Kabupaten Semarang, di bawah pimpinan M. Jauhari Mahmud selaku ketua fraksi, menyampaikan pesan dalam kesempatan tersebut: "Kami berharap, pemerintah daerah melakukan percepatan pembangunan, termasuk pengadaan fasilitas publik di semua kecamatan, terutama kecamatan-kecamatan yang jauh dari pusat pemerintahan kabupaten. Kami menyebutnya kecamatan kidul kali."

"Fasilitas publik yang dimaksud adalah fasilitas kesehatan, fasilitas kependudukan untuk pembuatan KTP, fasilitas perpanjangan SIM dan STNK", imbuh Jauhari.

"Kami berharap dengan pemerintahan baru, tetap menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Tidak ada pemaksaan terhadap PNS untuk berafiliasi ke partai tertentu seperti yang terjadi di daerah lain. Kami berharap pemerintahan baru beserta segenap warga Kabupaten Semarang, mampu bersinergi merajut kebersamaan, mendayagunakan seluruh potensi untuk bersama-sama memajukan Kabupaten Semarang," ungkap M. Jauhari Mahmud, selaku ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Semarang.

humas

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates | ReDesign by PKS Kab.Semarang