.

.
Stumbleupon Favorites More

PKS Minta Pembenahan Terhadap Subsidi di APBN 2015

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta kepada pemerintahan baru untuk melakukan pembenahan terhadap belanja subsidi pasca penetapan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2015 dalam rapat keputusan rapat paripurna kemarin.

Fahri Hamzah, anggota dewan fraksi PKS, mengutarakan, masih banyak subsidi yang salah sasaran. “Pemerintahan baru bisa mengevaluasi dan belajar dari pemerintahan lama dengan rumusan yang telah dihasilkan oleh tim transisi yang telah dibentuk kemudian dibubarkan,” papar Fahri, Selasa (30/9).

Pada APBN tahun 2015 telah ditetapkan anggaran subsidi sebesar Rp414 triliun. Sebagian besar merupakan subsidi pada bidang energi yang sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat. Pemerintahan mendatang harus bisa menyalurkan dan mengawasi dengan baik.

“Kami yakin, pemerintahan baru bisa mengambil kebijakan baru yang memihak kepada rakyat. Jangan sampai melakukan kesalahan yang sama dengan gemuknya pos kementrian yang jauh dari janji yang diutarakan,” tegasnya.


UU APBN 2015 Disahkan, Fahri Hamzah: "Ayo fokus mas Jokowi-JK. ..jangan urus pilkada"


Sidang Paripurna DPR RI akhirnya mengesahkan Undang-Undang (UU) APBN 2015, Senin (29/9/2015). UU ini menjadi modal utama pemerintahan Jokowi-JK yang rencananya akan dilantik 20 Oktober mendatang.

Dalam UU APBN 2015 ini pemerintahan Jokowi-JK mendapat modal besar diatas 2 Triliun setahun, tepatnya sebesar Rp 2.039,5 triliun. Jumlah ini meningkat dibanding APBN 2014 yang "hanya" berjumlah Rp 1.842,49 triliun. Modal besar yang diberikan DPR ini untuk menjalankan roda pemerintahan Jokowi-JK merealisasikan janji-janji mensejahterakan rakyat.

Oleh karenanya, DPR minta agar Jokowi-JK lebih fokus untuk menyiapkan program-program konkrit pemerintahan dan tidak malah terlibat perdebatan seputar Pilkada.

"Ayo fokus mas Jokowi-JK. ..jangan urus pilkada ..siapkan program konkret...uang sudah disiapkan tuh.#ModalJokowi," ujar Fahri Hamzah dalam twitnya usai mengikuti Sidang Paripurna DPR, Senin (29/9).

Fahri menyampaikan modal besar yang diberikan DPR ini cukup untuk mensejahterakan rakyat seperti janji Jokowi.

"UU APBN baru disahkan dan APBN 2015 tembus Rp. 2.039,5Triliun. Dengan modal gede itu Jokowi-JK sebetulnya punya ruang yg lebih besar sejahtera rakyat. #ModalJokowi," lanjut Anggota DPR yang kembali terpilih di periode 2014-2019 ini dari Dapil NTB.

Asumsi-asumsi APBN 2015
Seperti dilaporkan Liputan6.com, Sidang Paripurna dimulai pukul 15.15 WIB. Dihadiri 286 anggota fraksi, rapat ini merupakan pengambilan keputusan atas RUU APBN 2015 yang diketuai Mohamad Sohibul Iman (Wakil Ketua DPR dari PKS).

"Kami sahkan RUU APBN 2015 menjadi UU APBN 2015," kata Sohibul Iman seusai mendapat persetujuan dari seluruh anggota DPR.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Ahmadi Noor Supit mencatat pertumbuhan ekonomi 5,8 persen, inflasi 4,4 persen, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) Rp 11.900, tingkat suku bunga SPN 3 bulan 6 persen, Indonesia Crude Price (ICP) sebesar US$ 105 per barel.

Sedangkan produksi (lifting) minyak bumi 900 ribu barel per hari, lifting gas bumi 1.248 ribu setara barel minyak per hari. Kuota BBM bersubsidi di 2015 disepakati sebesar 46 juta kiloliter (Kl).

Dari asumsi tersebut, pendapatan negara disepakati sebesar Rp 1.793,6 triliun dan belanja negara sebesar Rp 2.039,5 triliun, dengan defisit anggaran mencapai Rp 245,9 triliun atau 2,21 persen terhadap Product Domestik Bruto (PDB).

Pendapatan negara tersebut sebagian besar berasal dari pendapatan dalam negeri Rp 1.790,3 triliun, yaitu penerimaan perpajakan sebesar Rp 1.380 triliun, penerimaan negara bukan pajak Rp 410,3 triliun serta hibah Rp 3,3 triliun.

Sementara, belanja negara sebesar Rp 2.039,5 triliun terdiri atas belanja pemerintah pusat Rp 1.392,4 triliun dan dana transfer ke daerah serta dana desa sebesar Rp 647 triliun. Belanja pemerintah pusat terdiri atas belanja Kementerian Lembaga Rp 647,3 triliun dan belanja non Kementerian Lembaga Rp 745,1 triliun.

Sedangkan subsidi energi dianggarkan sebesar Rp 344,7 triliun, terdiri dari subsidi BBM, BBN, LPG, dan LGV ditetapkan Rp 276,01 triliun dan subsidi listrik Rp 68,68 triliun.

Penerimaan migas Rp 312,97 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) migas Rp 13,99 triliun dan cost recovery US$ 16 miliar, pendapatan mineral dan batu bara Rp 24,599 triliun dan PNBP mineral dan batu bara Rp 16,06 triliun. Dan untuk target dividen BUMN dalam draft tersebut disebutkan sebesar Rp 44 trilun.

Sementara pembiayaan anggaran yang ditetapkan untuk menambal defisit 2015 sebesar Rp 245,89 triliun berasal dari pembiayaan utang Rp 254,8 triliun dan pembiayaan non utang sebesar Rp 8,96 triliun.

Menteri Keuangan, Chatib Basri mengatakan, pengajuan sedikit berbeda karena berbarengan dengan masa transisi, sehingga penetapan RUU lebih awal di September 2014. Kebijakan bisa lebih luas untuk lima tahun ke depan dalam RPJMN 2014-2019.

Dia meyakini beberapa substansi dalam APBN 2015 seperti anggaran bersifat baseline, tingkat defisit yang lebih rendah untuk mempersiapkan antisipasi fiskal dalam kebijakan baru dapat memberikan ruang fiskal yang cukup dan memfasilitasi proses transisi dengan lebih baik.

"Penurunan defisit anggaran memberikan sinyal positif bagi masyarakat, para pemangku kepentingan dan pelaku usaha, baik di dalam maupun luar negeri untuk penetapan APBN 2015 yang lebih sustainable," kata dia. 

Chatib membeberkan beberapa kebijakan penting dalam belanja negara 2015, antara lain adanya efisiensi anggaran subsidi energi dengan didukung kebijakan alokasi subsidi yang lebih tepat sasaran, mengurangi konsumsi BBM bersubsidi secara bertahap serta mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan.

Selain itu, sambungnya, mendukung pencapaian sasaran pembangunan yang berkelanjutan, antara lain melalui dukungan pembangunan konektivitas nasional, percepatan penanggulangan kemiskinan, serta peningkatan daya saing ketenagakerjaan.

Kemudian, meningkatkan dan memperluas akses pendidikan yang berkualitas, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan SJSN, termasuk peningkatan kualitas dan efisiensi belanja.

Terakhir, pengalokasian dana desa tahun 2015 untuk menjadi stimulus dalam mendorong percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa secara efisien dan efektif yang sejalan dengan prinsip governance.

"Pemerintah dalam RAPBN 2015 juga menyiapkan dana untuk belanja prioritas sebesar Rp 8,2 triliun yang terdiri atas cadangan perlindungan sosial kompensasi BBM sebesar Rp 5 triliun dan cadangan penyesuaian anggaran pendidikan Rp 3,2 triliun," ucap Chatib. (tvberita/pkspiyungan)

Perempuan Dunia Galang Dukungan untuk Palestina

Organisasi perempuan internasional ingin selalu mendukung perjuangan Palestina. Mereka menginginkan kemerdekaan bagi Palestina.

Perjuangan rakyat Palestina belum berakhir meskipun gencatan senjata yang diminta oleh zionis lsrael masih berlaku sejak sebulan yang lalu. Bahkan perjuangan kemerdekaan bagi bangsa Palestina masih akan terus berlanjut hingga zionis lsrael mengakui kedaulatan dan kemerdekaan bagi bangsa Palestina.

Dukungan dan bantuan pasti akan tetap diperlukan bagi upaya tersebut. "Dalam rangka terus mendukung kemerdekaan bagi rakyat Palestina, Adara Relief lnternational, sebuah ormas perempuan yang fokus pada bantuan untuk anak dan perempuan Palestina, menyelenggarakan acara Training For Trainers bagi para ustadzah, ketua Majelis Taklim dan ketua lembaga-lembaga wanita di wilayah Jabodetabek," kata Ketua Adara Relief lnternational, Nurjanah Hulwani, belum lama ini.

Lebih lanjut, Nurjanah mengatakan bahwa umat lslam, khususnya para ustadzah dan ketua lembaga wanita, perlu memahami mengapa perjuangan rakyat Palestina harus didukung, agar nantinya informasi yang didapat bisa disampaikan kembali ke anggota majelis taklim dan lembaga yang dipimpinnya. Diharapkan akan ada efek bersambung yang positif yang akan tersebar.

Ketua Komite Nasional Rakyat Palestina ( KNRP ) Soeripto Said meminta agar para relawan menumbuhkan semangat berjuang untuk pembebasan Al-Quds. Soeripto mengatakan bahwa Adara mesti merumuskan bentuk dukungan bagi rakyat Palestina dalan 3 sektor, yaitu hard power, soft power dan smart power.

Menggalang donasi, aksi unjuk rasa dan solidaritas, membangun komunikasi dan menumbuhkan kepedulian masyarakat lndonesia terhadap Palestina serta seruan untuk memboikot produk lsrael yang ada di lndonesia, merupakan upaya hard power yang telah dilakukan.

"Dalam tataran soft power, Adara perlu melakukan upaya-upaya diplomasi di tataran nasional, regional dan global. Sedangkan dalam tataran smart power, sarana sosial media (cyber power) seyogianya menjadi upaya unggulan dalam membangun opini," tutupnya. (okezone)

Bachtiar Nassir : Berdakwah Tidak Cukup Dengan Menghancurkan, Menyesatkan, Membid’ahkan

Sekjend Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Ustadz Bachtiar Nassir  menyatakan bahwa berdakwah tidak cukup dengan menghancurkan, menyesatkan, membid’ahkan, kemudian obyek dakwah ditinggalkan tanpa upaya mengajak manusia untuk kembali kepada Allah, Indahnya Islam, serta mulianya akhlak Rasulullah.

Demikian ditegaskan pria yang kerap dipanggil UBN di Masjid Al Irsyad Surabaya dalam dua kesempatan berbeda, yakni Khutbah Jum’at (26/09/2014) bertema “Bahagia Sebagai Islam” dan Kajian Rutin Bulanan Ba’da Magrib bertema “Komitmen dan Loyal Bersama Islam” seperti dilansir AQL Islamic Center.

Lebih jauh dalam mengingatkan peran pemuda Islam dalam berdakwah, Ust. Bachtiar memberi ilustrasi tentang salah kaprahnya sekelompok pemuda Islam di Indonesia dalam memahami dan mempraktekan kata jihad. “Apakah dibenarkan kita meledakkan bom untuk membunuh sejumlah orang yang sedang bermaksiat di sebuah pub atau di diskotik? Tentu tidak!” katanya.

Lalu Ketua Lembaga Tadabbur Qur’an Indonesia ini  menceritakan sebuah kisah diskusi antara seorang ulama dengan muridnya seorang pemuda sholeh yang taat beragama dan bermental dakwah yang kuat. Sang ulama itu, tutur Ust. Bachtiar, bertanya kepada pemuda itu: ” Wahai pemuda, bagaimana menurutmu jika ada seseorang melakukan pengeboman terhadap sebuah diskotik yang di dalamnya banyak orang bermaksiat?!”

Sang pemuda spontan menyetujui tindakan itu. Lantas sang Ulama kembali bertanya: “Apakah orang-orang yang meninggal di dalam diskotik tersebut akan masuk surga atau neraka?”

“Tentunya saja masuk neraka!” kata si pemuda. Lantas sang Syeikh melanjutkan pertanyaannya: “Iblis itu mengajak manusia ke surga atau ke neraka?”

“Pastinya masuk neraka,” lanjut si pemuda, yang langsung disambut pernyataan sang ulama: “Kalau begitu, perbuatan pengeboman di diskotik itu, sama saja kamu telah bekerjasama dengan Iblis untuk memasukkan manusia kedalam neraka”.

Hikmah dari dialog antara ulama dan muridnya itu, lanjut Ust. Bachtiar, menjelaskan bahwa setiap kegiatan yang kerap datasnamakan dakwah tetapi justru membawa manusia yang menjadi obyek dakwah justru masuk neraka, maka perbuatan itu bukanlah berdakwah.

“Intinya, tujuan dari berdakwah adalah mengajak manusia ke Surga,” tandasnya.

Menurut Ust. Bachtiar yang juga Pimpinan AQL Islamic Center, dunia dakwah Islam di Nusantara saat ini sedang tidak diuntungkan dengan isu-isu terorisme yang dihembuskan musuh-musuh Islam atas nama gerakan kelompok liberalisme, pluralisme, dan komunisme baru. Karena itu, katanya, dibutuhkan kesadaran baru di kalangan ulama, da’i, dan umat Islam sendiri dalam mempertahakan aqidah Islam yang sedang dirusak secara struktural. (antiliberalnews)

Mereka Mengambil Agama Kita di Saat Kita Meninggalkannya

Kisah berikut saya dapatkan dari Facebook Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia.  Sebuah contoh kecil, tapi seharusnya bisa lebih jauh lagi menggugah kesadaran dalam kita sebagai seorang muslim, kepekaan kita, dan mengevaluasi kekurangan kita dalam mengamalkan agama ini.

***

Jerman adalah sebuah negara industri terkemuka. Di negara seperti ini, banyak orang yang mengira warganya hidup berfoya-foya.

Ketika saya tiba di Hamburg, saya bersama rekan-rekan masuk ke restoran. Kami melihat banyak meja kosong. Ada satu meja di mana sepasang anak muda sedang makan. Hanya ada dua piring makanan dan dua kaleng minuman di meja mereka.

Saya bertanya dalam hati, apakah hidangan yang begitu simple itu dapat disebut romantis, dan apakah si gadis akan meninggalkan si pemuda kikir tersebut?

Kemudian ada lagi beberapa wanita tua di meja lainnya. Ketika makanan dihidangkan, pelayan membagi makanan tersebut dan mereka menghabiskan tiap butir makanan yang ada di piring mereka.

Karena kami lapar, rekan kami pesan lebih banyak makanan. Saat selesai, tersisa kira-kira sepertiganya yang tidak dapat kami habiskan di meja. Begitu kami hendak meninggalkan restoran, wanita tua yang dari meja sebelah berbicara pada kami dalam bahasa Inggris, kami dan teman-teman paham bahwa mereka tidak senang kami memubazirkan makanan.

Lalu temanku berkata kepada wanita tua itu: "Kami yang bayar kok, bukan urusan kalian berapa banyak makanan yang tersisa."

Wanita-wanita itu meradang. Salah satunya segera mengeluarkan HP dan menelpon seseorang. Sebentar kemudian seorang lelaki berseragam Sekuritas Sosial pun tiba. Setelah mendengar tentang sumber masalah pertengkaran, ia menerbitkan surat denda Euro 50 (kira-kira 750.000 Rupiah) kepada  kami.

Kami semua terrdiam...

Petugas berseragam tersebut berkata dengan suara yang galak: “Pesan hanya yang sanggup anda makan, uang itu milikmu tapi sumber daya alam ini milik bersama. Ada banyak orang lain di dunia yang kekurangan. Kalian tidak punya alasan untuk mensia-siakan sumber daya alam tersebut.”

Pola pikir dari masyarakat di negara makmur tersebut membuat kami semua malu, sungguh kami harus merenungkan hal ini. Kita ini dari negara yang tidak begitu makmur. Untuk gengsi, kita sering memesan banyak dan sering berlebihan saat menjamu orang.

Pelajaran ini mengajari kita untuk serius mengubah kebiasaan buruk kita.

“Money is yours but resources belong to the society.”

Jadi kawan-kawan, mari mulai mengurangi pemubaziran karena, “Uang memang milikmu, tapi sumber daya alam itu milik bersama.”

Orang non-muslim maju karena meninggalkan agamanya, mengambil norma Islam. Kaum muslimin mundur karena meninggalkan agamanya.

***

Sering kita menjumpai buah-buah kebaikan dalam kehidupan, tentang empati, kepedulian pada sesama dan alam sekitar, tentang kedisiplinan, keteraturan, etos kerja dan semangat hidup, juga tentang kejujuran, tanggung jawab dan amanah, justru terdapat pada mereka yang belum mengenal Islam.

Buah-buah kebaikan yang semestinya kita sebagai umat Islam lebih dulu melaksanakannya, antara keyakinan kita akan kesempurnaan Islam, ketinggian dan kemuliaannya dengan realitas bahwa kita belum mampu mengaplikasikannya secara sempurna dalam kehidupan.

Dengan Islam, dengan kesadaran akan muraqabah dan hari pembalasan, semestinya kita lebih dahulu memiliki kesadaran untuk melakukan hal-hal semacam itu. Kesadaran menjauhi sikap mubazir, menebar kemanfaatan bagi kehidupan, seperti pada perilaku tidak membuang sampah sembarangan, memiliki mental hemat energi, menjaga sungai-sungai di sekitar kita, menjauhi contek-menyontek, atau menghormati hak-hak orang lain, tetapi realitasnya berbeda.

Antara kesempurnaan Islam dan ketidaksempurnaan kita, seringkali ritual yang kita jalani belum membekas ke dalam perilaku kita sehari-hari, keshalihan kita secara ritual belum berdampak pada kesadaran sosial kita, semestinya harus membuat kita mau berbenah. Mengapa dengan Islam perilaku kita yang tidak baik belum terkikis, seperti kita belum menjadi orang yang jujur, memiliki kepedulian dan kepekaan.

Seharusnya menjadi harapan, jika Islam kita menjadi sebagaimana Islamnya Rasulullah dan para sahabat, berubah secara drastis dari kejahiliyahan menjadi manusia-manusia beradab, menjadi pribadi-pribadi yang menakjubkan. Islam menjadi keyakinan yang membekas, kekuatan dahsyat yang menumbuhkan motivasi, menemukan kesadaran baru, memberi corak yang khas, sehingga benar-benar terwujud menjadi umat terbaik.

Bagi kita, setidak-tidaknya berupaya menumbuhkan kepahaman tentang agama ini secara menyeluruh, hal-hal kecilnya yang sepele sampai perkara-perkara yang besar bagi kehidupan. mengikis sedikit demi sedikit kekurangan yang dimiliki, memperbaiki secara berangsur-angsur dari aspek-aspek yang semestinya kita mampu. Agar kita memiliki andil dalam menampilkan Islam ini dalam wajah yang sebaik-baiknya, mewujudkannya sebagai peradaban yang menakjubkan, dan Islam menyapa pada dunia dengan kebaikannya yang elok.

Sehingga bagi mereka yang belum mengenal Islam, menjumpainya dalam kesan yang luar biasa, menemukan hikmah dan kebaikannya sebagaimana menemukan mutiara kebenaran yang hakiki. Agar mereka menerima Islam, menyempurnakan kebaikan mereka baik aspek hablumminallah maupun aspek hablumminannas, menjadi kebaikan sempurna di dunia dan akhirat.


Muhamad Fauzi
Dakwatuna

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates | ReDesign by PKS Kab.Semarang